Langsung ke konten utama

Skenario-Ujung Tombak Sebuah Film (1/3)

Setelah meluruskan niat dan melapangkan dada serta membulatkan tekad untuk membuat sebuah film, hal pertama yang harus di lakukan adalah membuat Skenario. Apa sih Skenario itu? Oalah.. dari judulnya saja sudah sangat ngeri ini, heheh... kata Riri Riza (Penulis dan Sutradara Film). Skenario itu bersifat “organik” alias baru bisa jadi sah bila bisa diaplikasikan oleh semua orang yang bertugas “mentransfer” skenario itu menjadi sebuah film.
Jangan bernah berfikir untuk membuat sebuah film langsung ke bagian penulisan skenario. Sebelum menulis skenario ada bagian yang paling penting yaitu, kamu harus membuat cerita atau sinopsis. Lah, apalagi sinopsis itu? Sinopsis adalah benang merah dari film yang akan kamu buat.
Dalam proses tulis-menulis kebanyakan orang akan merasa tidak sanggup karena tidak biasa, nah mesti cari bantuan ni kepada yang sudah biasa menulis. Istilah kerennya sih, yang biasa mengkhayal lebih jeli dari siapapun. Kamu cukup menerangkan ide dan seperti apa film yang akan di buat nanti. Syukur-syukur si penulis mampu menerjemahkan apa yang kamu mau. Namun bila dirasa belum percaya, yaa.. tulis saja sendiri.
Catatan dari Ado buat kamu yang ngebet banget bikin film. Monggo di simak :
  • IDE
Kalo kamu gak punya ide untuk membuat film, harus gimana? Pengennya sih buat film yang unik, berbeda, kontroversial, dan kalo bisa cetar membahana badai, hehehe :D Untuk yang satu ini memang sulit apalagi tuntutan dari hati kepengen yang berandai-andai. Hidup ini proses, hal ini harus di inget! Gak usah langsung nuntut hal-hal yang kayak diatas. Coba lihat di sekeliling semuanya bisa menjadi ide. Coba deh kamu diam sejenak dan menikmati semua yang terjadi. Di lingkungan sekolah, tempat tinggal, tempat nongkrong sama teman, pasar, mall, taman, atau pantai. Semuanya bisa jadi inspirasi untuk mendapatkan ide!
  • SINOPSIS
Ide udah dapat, terus apa?? Ciptakan suatu konfilk antara si protagonis (baik) dan antagonis (jahat). Hal ini perlu dalam film, namanya juga film kalo aktornya baik terus malah bosan. Kalo jahat terus gak menarik. Mesti di paduin  antara si jahat dan si baik. Jangan lupa resolusi atau penyelesaian antara mereka.
Bentuknya gimana sih? Jadi binggung deh. Hiks..
Eits.. kamu gak usah khawatir Adobakalan ngasih contohnya ni. Film ini berjudul The First.
THE FIRST
Oleh : Adonia Najma Orlin (Bukan nama sebenarnya, hehe)
Ica adalah seorang anak kelas tiga SMA di Jakarta. Enggak jauh beda dengan teman-temannya yang lain, Ica paling suka ngumpul bareng gengnya di Mall. Cuma sialnya, Ica kayak dikutuk untuk menjadi warga kelas dua dimanapun dia berada.
Di sekolah cewek berkacamata ini enggak pernah dianggap. Selalu saja jadi bahan “percobaan” oleh teman-temannya, terutama oleh si peringkat satu Omi. Ica seperti bayangan dari Omi karena selalu mendapat peringkat dua.
Misalnya setiap pembagian raport Omi selalu di puji dan di sanjung, berbeda sekali dengan Ica. Hal ini membuat Ica iri dan berniat mencelakai Omi.. dst (namanya juga contoh, enggak selesai gak apa-apa kan?) :D
Setelah bikin Sinopsis sebaiknya kamu bikin gambaran karakteristik pemain-pemain film. Misalnya :
Ica- Pemeran utama
Cewek kurus. Tingggi sekitar 163 cm berat 55 kg. Berkulit putih. Rambut lurus sebahu dengan poni rata di dahi. Duduk di kelas 3 SMA. Berbadan tinggi atletis. Berkacamata. Cuma bersuara kalo ada perlunya.
Kebiasaan : Ica selalu nenteng buku kemana ia pergi, alasannya supaya gak bosan. Bahkan pergi ke Mall juga di bawa. Dia di cap sebagai kutu buku. Untuk pergi ke sekolah ia mengendarai sepeda motor sendiri. Jarang banget marah. Dia juga ramah dan murah senyum.
Kalo sudah bikin sinopsis yang lengkap dengan karakternya. Kita juga harus bersiap dengan khayalan-khayalan tingkat tinggi, hehe.. seperti dimana setting lokasinya, seperti apa per-adegan nya nanti. Kalo udah selesai, lanjut deh ke pembuatan SKENARIO!  (Ado) 1/3
Semoga bermanfaat. Share bila kamu merasa temanmu perlu akan info ini dan cantumkan komentar bila masih ragu. Salam Ado!
Referensi tulisan : Majalah "Hai" Edisi Film  (2005) dan buku panduan Penulisan Skenario Pusang Film (2016).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wajib Dibaca! Struktur Tim Produksi Film Yang Lengkap!

Tulisan ini  Ado  buat secara khusus buat kamu biar nggak binggung. Maksudnya kalo kamu udah tau struktur tim produksi yang lengkap, kedepannya kamu bisa bentuk seperti ini. Apalagi kalo kamu udah niat pengen bikin film secara profesional. Yaa.. kalo nggak, setidaknya kamu sudah tau gimana struktur tim produksi yang lengkap banget. Semuanya udah pada tau kan, kalo pembuatan film pada dasarnya terdapat 3 tahap yaitu, tahap praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Nah, dalam setiap tahap ini ada yang bekerja sesuai dengan deskripsi pekerjaannya, loh. Gak percaya? Bener nih gak percaya? Scroll ke bawah deh, biar percaya :D Tahapan Praproduksi : Produser bertugas mencari dana untuk produksi film. Seorang produser juga bertanggung jawab pada keseluruhan produksi. Penulis cerita bertugas menulis sinopsis yang di kembangkan menjadi skenario dan berisi komentar atau dialog. Tahapan Produksi : Sutradara bertugas menerjemahkan naskah ke dalam adegan film dan mengarahkan a...

Buku Untuk Terentang

Foto bersama adik-adik Madrasah Ibtidaiyah Seusai mengajar "Tangan kanan ke depan,  tangan kiri ke depan,  semua tangan ke depan.  Digoyang-goyang...  Menari poci-poci,  menari poci-poci..  Digoyang-goyang..  Kaki kanan ke depan, kaki kiri ke depan,  semua kaki ke depan. Digoyang-goyang...  Menari poci-poci,  menari poci-poci..  Digoyang-goyang."  Inilah lirik lagu yang Ado nyanyikan bersama anak-anak dan mbak Inggit dengan penuh semangat dan diiringi tawa mereka yang khas. Dengan Menggerakan jari jempol dan mengoyangkan badan. Karena terlalu semangat mereka saling menyenggol lalu membalas dengan mencubit hidung.  Bila sudah begini,  yang lain akan menghindar dan tetap melanjutkan goyangan mereka. Lalu mereka tertawa dan meminta goyangan ini di ulang kembali.  Dan dengan semangat juang,  Ado kembali bergoyang. Hehehe Selama 2 hari Ado menginap di Sekretariat KKN Universitas Bengkulu P...

Ekspedisinema Banjarsari

Tim Ekspedisinema bersama masyarakat Desa Banjarsari Desa Banjarsari adalah desa ke-enam yang ada di pulau ini.  Desa ini dihuni oleh suku pendatang atau suku kamay yang berasal dari luar Pulau Enggano. Seperti dari Pulau Jawa,  Sulawesi,  Manado dan daerah di Pulau Sumatra . Pemutaran Ekspedisinema malam ini akan diadakan di desa ini.  Untuk menuju desa Banjar kami harus menempuh perjalanan selama satu jam menggunakan mobil pick up.  Ketika tiba di desa ini,  suasana trans langsung terasa.  Disini juga banyak pemuda pemudi yang bermain bola voli di lapangan.  Dan warga yang berkumpul untuk membeli sayuran keliling.  Karena disini tidak ada pasar sehingga tukang sayur keliling menjadi andalan. Kami langsung menuju rumah Plt kepala desa,  bapak Rudi. Pemutaran akan dilaksanakan di posyandu Desa Banjarsari yang memiliki lapangan di depannya.   Kami melakukan persiapan seperti membersihkan lokasi, mempersiapk...