Langsung ke konten utama

Postingan

Bersama Tak Berarti Satu (Bagian 3)

Sekarang aku duduk diantara mereka lagi, kulihat Andi tak berkata apapun sedangkan yang lain bersenda gurau. Aku hanya mengikuti orang-orang, mereka tertawa, aku juga. Mereka memandang yang berbicara, aku juga. Namun, aku merasa di tatap dengan aneh, tatapan yang dingin oleh mereka. Tatatapan Andi pun sama, ya tuhan.. apa yang terjadi. Obrolan dibuka oleh ibu yang menanyai apa kabarku. Andi meminta Moni untuk membawa obat merah dan perban. Ayah pun sama, ia hanya menatapku dingin. Sekali lagi, aku hanya diam. Semua orang di ruang tamu satu persatu meninggalkan kami. Hanya ada aku, Andi, orang tua Andi, Moni, dan 2 orang ibu dan bapak dengan anak gadis yang duduk di antara meraka. Sambil membersihkan lukaku, Moni menatap dengan kesedihan yang tak kupahami. Seorang ibu mencelutuk dari jauh, wah calon pengantin nya sudah pulang dari mendaki. Sontak, langsung kupandangi Andi. Apakah ini kejutan dari Andi, untuk melamarku dan mempersiapkan semuanya sendirian. Aku memandangnya dengan...

MAKNA GURU PROFESIONAL BAGI MAHASISWA CALON GURU PAUD (1/2)

Oleh                            : Lica Veronika (Mahasiswa S1 PGPAUD Universitas Bengkulu) Dosen pengampu         : Prof. Dr. Rambat Nur Sasongko. M.Pd 1.PEMAHAMAN CALON GURU PROFESSIONAL Saya belum banyak memahami apa sesungguhnya guru profesional itu. Sebab saya baru tahu setelah menjadi mahasiswa calon guru di FKIP Universitas Bengkulu. Sesungguhnya pengertian guru professional banyak didefinisikan para ahli. Misalnya sasongko dan sahono (2016) menjelaskan guru professional sebagai guru yang telah memenuhi persyaratan profesi. Persyaratan guru sebagai profesi antara lain (1) memiliki kualifikasi pendidikan minimal sarjana (S1).   (2) Telah menempuh pendidikan profesi guru, lulus, dan memperoleh sertifikat pendidik sebagai “pendidik professional”. (3) Aktif diorganisasi profesi guru, (4) bertanggung ja...

MAKNA GURU PROFESIONAL BAGI MAHASISWA CALON GURU PAUD (2/2)

IV. USAHA UNTUK MENJADI GURU PAUD PROFESSIONAL DI ERA MILENAL Pendidikan pada dasarnya merupakan usaha   yang kompleks   untuk   menyesuaikan   kebudayaan dengan kebutuhan anggotanya dan   menyesuaikan   anggotany dengan cara mereka mengetahui kebutuhan kebudayaan.Disinilah guru dituntut   untuk   menjadi guru profesional dirasa sangat penting untuk menempuh peserta didik dengan maksimal dengan berbagai macam metode,strategi,serta pengelolaan kelas yang yang menyenankan untuk tercapainya pembelajaran yang efektif dan   efisien, supaya melahirkan generasi yang berintegritas dan komitmen dalam mengawal indonesia yang akhir-akhir ini masih saja disorientasi contohnya masih   banyak terjadi suap,korupsi pelecehan yang mirisnya pelakunya orang tepelajar.sepintas ketika kita mendengar generasi millenial respon pertama sekali pada diri kita adalah teknologi,internet,budaya moden.         ...

Buku Untuk Terentang

Foto bersama adik-adik Madrasah Ibtidaiyah Seusai mengajar "Tangan kanan ke depan,  tangan kiri ke depan,  semua tangan ke depan.  Digoyang-goyang...  Menari poci-poci,  menari poci-poci..  Digoyang-goyang..  Kaki kanan ke depan, kaki kiri ke depan,  semua kaki ke depan. Digoyang-goyang...  Menari poci-poci,  menari poci-poci..  Digoyang-goyang."  Inilah lirik lagu yang Ado nyanyikan bersama anak-anak dan mbak Inggit dengan penuh semangat dan diiringi tawa mereka yang khas. Dengan Menggerakan jari jempol dan mengoyangkan badan. Karena terlalu semangat mereka saling menyenggol lalu membalas dengan mencubit hidung.  Bila sudah begini,  yang lain akan menghindar dan tetap melanjutkan goyangan mereka. Lalu mereka tertawa dan meminta goyangan ini di ulang kembali.  Dan dengan semangat juang,  Ado kembali bergoyang. Hehehe Selama 2 hari Ado menginap di Sekretariat KKN Universitas Bengkulu P...