Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2018

Buku Untuk Terentang

Foto bersama adik-adik Madrasah Ibtidaiyah Seusai mengajar "Tangan kanan ke depan,  tangan kiri ke depan,  semua tangan ke depan.  Digoyang-goyang...  Menari poci-poci,  menari poci-poci..  Digoyang-goyang..  Kaki kanan ke depan, kaki kiri ke depan,  semua kaki ke depan. Digoyang-goyang...  Menari poci-poci,  menari poci-poci..  Digoyang-goyang."  Inilah lirik lagu yang Ado nyanyikan bersama anak-anak dan mbak Inggit dengan penuh semangat dan diiringi tawa mereka yang khas. Dengan Menggerakan jari jempol dan mengoyangkan badan. Karena terlalu semangat mereka saling menyenggol lalu membalas dengan mencubit hidung.  Bila sudah begini,  yang lain akan menghindar dan tetap melanjutkan goyangan mereka. Lalu mereka tertawa dan meminta goyangan ini di ulang kembali.  Dan dengan semangat juang,  Ado kembali bergoyang. Hehehe Selama 2 hari Ado menginap di Sekretariat KKN Universitas Bengkulu P...

Ekspedisinema Banjarsari

Tim Ekspedisinema bersama masyarakat Desa Banjarsari Desa Banjarsari adalah desa ke-enam yang ada di pulau ini.  Desa ini dihuni oleh suku pendatang atau suku kamay yang berasal dari luar Pulau Enggano. Seperti dari Pulau Jawa,  Sulawesi,  Manado dan daerah di Pulau Sumatra . Pemutaran Ekspedisinema malam ini akan diadakan di desa ini.  Untuk menuju desa Banjar kami harus menempuh perjalanan selama satu jam menggunakan mobil pick up.  Ketika tiba di desa ini,  suasana trans langsung terasa.  Disini juga banyak pemuda pemudi yang bermain bola voli di lapangan.  Dan warga yang berkumpul untuk membeli sayuran keliling.  Karena disini tidak ada pasar sehingga tukang sayur keliling menjadi andalan. Kami langsung menuju rumah Plt kepala desa,  bapak Rudi. Pemutaran akan dilaksanakan di posyandu Desa Banjarsari yang memiliki lapangan di depannya.   Kami melakukan persiapan seperti membersihkan lokasi, mempersiapk...

Ekspedisinema Meok

Sinema Meok!  Pemutaran malam ini kami laksanakan di Desa Meok. Desa yang menjadi tempat tinggal kami selama beberapa hari ke depan.  Kami jadikan titik awal untuk memulai petualangan sinema bersama ekspedisinema. Kami menggunakan Balai Desa yang terletak bersebrangan dengan rumah Adat tempat kami tinggal. Balai Desa ini biasanya digunakan sebagai tempat pertemuan oleh warga dan tempat untuk posyandu keliling setiap bulan. Masyarakat di Pulau Enggano sebagian besar bekerja sebagai petani,  sehingga mereka akan tiba di rumah ketika menjelang maghrib.  Dan waktu yang di sepakati untuk melaksanakan pemutaran adalah pukul 20:30 WIB.  Kami melakukan persiapan dengan memasang spanduk putih sebagai tempat layar.  Untuk mengecek sound sistem,  laptop dan infokus.  Kami harus menunggu listrik menyala. Disini warga dapat menikmati listrik selama 12 jam saja.  Yaitu dari pukul 06:00-11:00 dan pukul 17:00-23:00. Tantangan yang harus kam...

Ekspedisinema- Mengenal Pulau Terluar Indonesia

Pasukan anti oleng!  ‎Pulau Enggano sangat indah.  Lautnya yang biru, ombaknya yang tenang, pantai dengan  pasir koral yang berwarna kecoklatan dan beberapa pohon besar yang berdiri kokoh di pinggir pantai.  Pemandangan yang indah.  Penyambutan yang pas! Pulau Enggano. Namanya tidak asing didengar oleh masyarakat Bengkulu,  namun hanya beberapa orang saja yang pernah menjelajah kesini.  Menurut Pabbuki (Sebutan untuk raja) nama Enggano memiliki arti kecewa. Pulau ini adalah satu dari beberapa Pulau Terluar di Indonesia. Memiliki luas 397,2 km2 dan dihuni oleh sekitar 3000 jiwa Penduduk.  Di pulau ini terdapat 6 desa yang membentang di pesisir pantai, yaitu  Desa Kaana, Desa Kahyapu,  Desa Malakoni,  Desa Apoho,  Desa Meok dan Desa Banjarsari.  Kak Engga becerita,  bahwa terdapat 6 suku yang terdapat di pulau ini yaitu, Kaitora, kahua, kaarubi, kauno, dan kamaay (suku pendatang). Beruntungnya kami k...

Ekspedisinema - Perjalanan Hari Pertama Menuju Pengabdian

Keluarga besar Ekspedisinema Jilid 2 #sailtoenggano Perjalanan menuju Pulau Enggano kami mulai dari Sekretariat Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN)  di jalan Merapi Ujung. Kantor inilah yang kami jadikan basecamp untuk rapat dan berdiskusi mengenai perjalanan Ekspedisinema yang sangat seru. Para peserta berasal dari 3 organisasi, pertama Tim Pigura Bengkulu sebagai penyelenggara, Barisan Adat Nusantara (BPAN)  sebagai fasilitator untuk penggalian sejarah adat budaya, dan Paruruk Kappa Enggano (Parke)  yang merupakan perkumpulan pemuda pulau Enggano.  Dari kerjasama ini diharapkan dapat saling sinergi. Tim Pigura adalah Agen Jay,  Agen Hendra,  dan Agen Lica.  Tim dari BPAN adalah Engga, Dwik,  dan Iqbal.  Tim dari Parke ada Natalia dan Angel.  Lalu 2 orang relawan yang berasal dari Rejang Lebong,  yaitu Ade dan Miftah. Semuanya berjumlah 9 orang. Tanggal 27 Desember 2017 pukul 10:00 pagi kami telah berkumpul d...

EKSPEDISINEMA - Perjalanan Sebuah Pengabdian

Ekspedisinema adalah salah satu agenda kegiatan yang dilakukan oleh komunitas PIGURA, konsep kegiatan ini ialah memberikan ruang alternatif dalam menikmati sajian sinema, baik mengenai isu-isu terkini ataupun media hiburan alternatif. Media pemutaran kegiatan ini menggunakan Layar Tancap serta lokasi yang dipilih ialah desa desa yang memiliki hambatan baik dari segi infrastruktur maupun geografis untuk menikmati sinema secara premium. Fokus utama kegiatan ini ialah nonton Film Bareng dan diskusi baik mengenai isu yang berada di desa maupun mengenai Film Pilihan Pigura atau karya PIGURA sendiri yang diputar di desa tersebut. Siapa Pigura?  Komunitas Film Pigura dibentuk pada tahun 2012 dan telah memproduksi 22 Film Indie. Karya Film Pigura telah berhasil memenangkan beberapa Festival Film, diantaranya, Ajisaka UGM (2013), Festival Film Pendek Indie Bengkulu (2015), FISIPERSDAY Universitas Indonesia (2014), Universitas Indonesia Film Festival (2014),  Festival Film ...