Langsung ke konten utama

HALO! LIGHTS 2018

Living Of Human Rights (LIGHTS) pada tahun 2018 diadakan di Tebet, Jakarta Selatan. Acara ini berlangsung sejak tangal 05 Agustus 2018 hingga 18 Agustus 2018. Acara ini diadakan oleh Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Masyarakat yang tentunya di sponsori oleh banyak pihak.
*namun yang pasti aku tidak akan menyebutkan sponsor utama kegiatan ini, mengingat aku memang tak suka menyebutnya haha

Kepergianku ke Jakarta kali ini diwarnai adegan drama. Semacam drama korea namun lebih hot, wkwkw :D Pertama adalah drama kampus, dimana portal akademik tidak bisa terbuka. Aku harus menyelesaikan urusan ini, agar aku masih terdaftar menjadi mahasiswa di kampusku. Namun, ini selesai dan di permudah oleh pihak jurusan. oh iya, surat izin ku pun sudah keluar. Aku mengambil izin satu minggu.
Kedua drama di keluargaku. Untunglah drama ini selesai dan tanpa derai airmata, hahhah... Ibuku pulang ke Bengkulu dan menggantikan tugasku untuk menjaga nenek. Dan nenek mendoakan kepergianku dengan sangat lancar. Alhamdulilah...
Drama selesai, aku akhirnya bisa pergi dengan tenang.

Tiba di Jakarta.

Aku menikmati perjalanan ke kantor.

Aku berjalan di gang kecil.

Aku makan bakso.

Aku ke pasar.

Aku makan es kelapa muda di malam hari.

Aku tiba rumah yang akan menjadi tempat tinggalku.

Aku memesan makanan Junkfood.

Aku pergi olahraga pagi.

Aku makan.

Aku tidur.

Lalu, aku bermimpi..

Dan aku benci mengakui bahwa aku sangat senang berada disini.

Lalu aku mengaku bahwa tempat ini terasa nyaman.

Besok akan kuceritakan bagaimana hari-hariku selama mengikuti Kegiatan ini.

Sampai Jumpa :)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Wajib Dibaca! Struktur Tim Produksi Film Yang Lengkap!

Tulisan ini  Ado  buat secara khusus buat kamu biar nggak binggung. Maksudnya kalo kamu udah tau struktur tim produksi yang lengkap, kedepannya kamu bisa bentuk seperti ini. Apalagi kalo kamu udah niat pengen bikin film secara profesional. Yaa.. kalo nggak, setidaknya kamu sudah tau gimana struktur tim produksi yang lengkap banget. Semuanya udah pada tau kan, kalo pembuatan film pada dasarnya terdapat 3 tahap yaitu, tahap praproduksi, produksi, dan pasca produksi. Nah, dalam setiap tahap ini ada yang bekerja sesuai dengan deskripsi pekerjaannya, loh. Gak percaya? Bener nih gak percaya? Scroll ke bawah deh, biar percaya :D Tahapan Praproduksi : Produser bertugas mencari dana untuk produksi film. Seorang produser juga bertanggung jawab pada keseluruhan produksi. Penulis cerita bertugas menulis sinopsis yang di kembangkan menjadi skenario dan berisi komentar atau dialog. Tahapan Produksi : Sutradara bertugas menerjemahkan naskah ke dalam adegan film dan mengarahkan a...

PERAWAN DAN PEREMPUAN

Perempuan Muda Desa Sumber Urip dan Talang Lahat             Perawan sangat erat kaitannya dengan seorang Perempuan. Semacam adik kandung yang tidak dapat di pisahkan, kedua kata ini menyatu, dan membentuk sebuah stigma yang berkembang biak di dalam tatanan sosial masyarakat. “Masih Perawan” atau “Sudah Tidak Perawan Lagi” adalah momok menakutkan bagi seorang Perempuan. Reaksi yang diberikan oleh masyarakat pun beragam. Dari mulai perlakuan yang teramat istimewa hingga pembedaan yang memilukan hati.                 Lewat film “Perawan” yang disutradarai oleh Fitria Heni Sa’adah dan di produksi tahun 2016 oleh Komunitas Wadon Films asal Yogyakarta. Film ini sukses diputar di Balai Desa Sumber Urip Kabupaten Rejang Lebong. Film ini bercerita tentang   seorang remaja bernama Nala yang lahir dari rahim Narni yang hamil akibat perkosaan. Narni diperk...

PERKAWINAN ANAK MELAHIRKAN KEKERASAN TERHADAP PEREMPUAN

Sekitar 75 orang anggota Forum Perempuan dan Laki-laki Muda Kabupaten Seluma dampingan Cahaya Perempuan WCC bersama Aliansi Satu Visi (ASV) menyelenggarakan Perayaan 16 Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan dengan kegiatan Nonton dan Diskusi Bareng Kaum Muda di Lapangan Tertutup Futsal Talang Tinggi, Kabupaten Seluma, tepatnya di tgl 25 November 2018. Film ELINAH satu dari 16 Film Festival yang diputar serentak di beberapa kota/kabupaten di Indonesis. Film Elinah, berdurasi 19 menit yang mengajak pentonon berfikir ulang tentang akibat perkawinan di usia anak. Bercerita tentang Seorang gadis bernama Elinah yang sudah menikah dengan laki-laki dewasa. Elinah mengalami kehamilan, namun ia masih bersikap seperti anak- anak. Hal ini tergambar melalui adegan Ia memanjat pohon mangga, meninggalkan masakan yang sedang ia masak di atas kompor. Secara psikologis, ia mengalami tekanan pada masa kehamilan dan berniat untuk kabur, pulang ke kampung halaman dan menemui ibunya. Namun, hal itu...